Grafik Excel dengan Dua Sumbu Y

Pertama Pilih Insert tab dari toolbar di bagian atas layar excel. Dalam Charts group, klik tombol Column dan pilih chart pertama (Clustered Column) untuk 2-D Column.


 

Sebuah obyek chart kosong akan muncul pada spreadsheet Anda. Klik kanan mouse pada obyek chart dan pilih “Select Data…” dari menu popup.


 

Pada saat window Select Data Source muncul, maka Anda harus memasukkan data yang ingin dimasukkan ke dalam grafik. Dalam contoh ini kita ingin kolom A sebagai sumbu X dan kolom C sebagai Y pertama (sebelah kiri) dan kolom E sebagai Sumbu Y kedua (sebelah kanan). Memang contoh ini dibuat agak rumit dengan menampilkan data tidak pada kolom yang bersebelahan, maka Anda harus memilih kolom A, C, dan E dengan dibatasi koma.

Untuk melakukan hal ini, maka sorotlah sel A2 s.d A7 kemudian ketik koma, lalu sorot C2 s.d C7, kemudian ketik koma lagi, dan sorot sel E2 s.d E7. Anda dapat melihat seperti contoh di bawah ini dalam kotak Chart data range:

=Sheet1!$A$2:$A$7,Sheet1!$C$2:$C$7,Sheet1!$E$2:$E$7

Klik pada tombol OK.


 

Selanjutnya klik kanan pada salah satu titik data pada Series2 dan pilih “Change Series Chart Type” dalam menu popup.


 

Pada saat window Change Chart Type muncul, pilih chart ke 4 yang berada di bagian Line Chart. Klik tombol OK.


 

Anda akan melihat pada grafik (chart) anda Series 2 berubah menjadi grafil line. Akan tetapi, Anda masih harus mengatur Sumbu Y-kedua karena Series 2 masih menggunakan sumbu Y-pertama untuk menampilkan datanya.

Untuk membuat sumbu Y kedua, klik kana pada titik data untuk Series 2 dan pilih “Format Data Series” pada menu popup.


 

Pada saat window Format Data Series muncul, pilih radio button
“Secondary Axis“. Klik tombol Close.


Jangan lupa untuk mengubah format profit menjadi persen. Sehingga grafik dan data menjadi sebagai berikut:


Selanjutnya, jika Anda ingin menambahkan judul sumbu, maka pilih chart dan tab Layout akan muncul pada toolbar di bagian atas layar excel.

Klik pada tab Layout. Kemudian pilih Axis Titles
|
Primary Horizontal Axis Title
|
Title Below Axis.


 

Axis Title pada bagian bawah grafik akan muncul, ganti “Axis Title” dengan kata-kata yang Anda inginkan.

Selanjutnya Next, dengan tab
Layout, pilih Axis Titles | Primary Vertical Axis Title | Horizontal Title.


 

Judul sumbu di sebelah kiri grafik akan muncul, ganti dengan yang anda inginkan..

Selanjutnya, dengan tab Layout, pilih Axis Titles | Secondary Vertical Axis Title | Horizontal Title.


 

Anda akan melihat dengan satu sumbu X dan 2 sumbu Y.

 

 

Sekarang grafik anda telah mempunyai dua Sumbu Y dengan satu Sumbu X. Tinggal Ganti Judul Sumbu X, Y1, Y2 dengan masing-masing label.

Share

10 comments for “Grafik Excel dengan Dua Sumbu Y

  1. Vera Natalia
    September 8, 2011 at 12:45 pm
    It’s very helpfull for me…thanks a lot!!!!
  2. Muhammad Akbar Sihotang
    November 18, 2011 at 4:27 pm
    Mas, bermanfaat sekali nih, makasih banyak ya…
    Tapi kalo bikin sampe tiga, tau gak caranya mas, saya tambahin satu lagi, dengan data sumbu Y yang berbeda jadi aneh mas graphiknya…
  3. December 9, 2011 at 10:50 am
    Kalo mau yang 2 sumbu x dan 2 sumbu y bagaimana? contohnya pada grafik bendungan yaitu : elevasi vs volume dan elevasi vs luas, elevasi sebagai sumbu y dengan nilai sama, ditulis di kanan dan kiri tabel. Sementara sumbu x nya adalah volume (ditulis di atas tabel) dan luas (ditulis dibawah tabel). Logikanya, semakin tinggi elevasi bendungan maka luas semakin besar dan volume juga semakin besar. Untuk pembacaan sumbu x yang di atas, dari kiri ke kanan.
    terima kasih
    • December 23, 2011 at 6:57 pm
      Yang pernah saya tahu adalah plotting 2x dan 2y dapat dilakukan di MatLab, kalau excel nanti dicari dulu solusinya
      Example — Double Axis Graphs

      This example creates a graph to display two separate sets of data using the bottom and left sides as the x- and y-axis for one, and the top and right sides as the x- and y-axis for the other.

      Suppose you have two sets of data having different x- and y-ranges:

      x1 = [0:.1:40];
      y1 = 4.*cos(x1)./(x1+2);
      x2 = [1:.2:20];
      y2 = x2.^2./x2.^3;

      Using low-level line and axes routines allows you to superimpose objects easily. Plot the first data, making the color of the line and the corresponding x- and y-axis the same to more easily associate them.

      hl1 = line(x1,y1,’Color’,’r’);
      ax1 = gca;
      set(ax1,’XColor’,’r’,’YColor’,’r’)

      Next, create another axes at the same location as the first, placing the x-axis on top and the y-axis on the right. Set the axes Color to none to allow the first axes to be visible and color code the x- and y-axis to match the data.

      ax2 = axes(‘Position’,get(ax1,’Position’),…
      ‘XAxisLocation’,’top’,…
      ‘YAxisLocation’,’right’,…
      ‘Color’,’none’,…
      ‘XColor’,’k’,’YColor’,’k’);

      Draw the second set of data in the same color as the x- and y-axis.

      hl2 = line(x2,y2,’Color’,’k’,’Parent’,ax2);

      http://www.mathworks.com/help/techdoc/creating_plots/multiax1-new.gif

  4. Yudi Salim
    March 1, 2012 at 11:14 pm
    makasih infonya, saya memang sangat membutuhkan informasi ini sekarang…
  5. Adrian
    March 28, 2012 at 9:09 am
    sangat membantu sekali…. thankss!!!
  6. nia
    November 9, 2012 at 11:15 pm
    mas saya mau tanya untuk menghitung Location Quotient gmna ya?
    • November 15, 2012 at 2:37 pm
      nilai LQ dapat dihitung dengan rumus
      sebagai berikut.
      LQ = (Vi / Vt) / (Yi / Yt)
      keterangan :
      Vi = PDRB sektor i pada tingkat wilayah yang lebih rendah (Kabupaten Bogor)
      Vt = total PDRB semua sektor pada tingkat wilayah yang lebih rendah (Kabupaten
      Bogor)
      Yi = PDRB sektor i pada tingkat wilayah yang lebih atas (misal Provinsi Jabar)
      Yt = total PDRB semua sektor pada tingkat wilayah yang lebih atas (Provinsi Jabar)
      Apabila hasil perhitungan menunjukkan nilai :
      - LQ > 1, maka sektor i merupakan sektor basis dan kemampuan produksi sektor
      tersebut di Kabupaten Bogor lebih besar dibandingkan sektor sejenis di
      Provinsi Jabar.
      - LQ < 1, maka sektor i merupakan sektor non-basis dan kemampuan produksi sektor
      tersebut di Kabupaten Bogor lebih kecil dibandingkan sektor sejenis di
      Provinsi Jabar.

Leave a Reply